Sistem Kerja Perusahaan Asuransi

Sistem Kerja Perusahaan AsuransiBagaimana sistem kerja perusahaan asuransi ? Asuransi adalah produk keuangan yang dijual oleh sebuah perusahaan untuk melindungi Anda atau properti Anda terhadap resiko kehilangan, kerusakan atau pencurian (seperti banjir, perampokan atau kecelakaan).

Beberapa jenis asuransi yang harus Anda keluarkan secara hukum, seperti asuransi kendaraan bermoto,r jika Anda mengendarai kendaraan. Beberapa dari jenis persyaratan asuransi mungkin Anda perlukan sebagai syarat kontrak, seperti asuransi bangunan sebagai persyaratan hipotek Anda. Atau mempertimbangkan untuk mengambil manfaat asuransi seperti asuransi jiwa atau tabungan pensiun.

Meskipun sebuah asuransi adalah langkah yang sangat baik sebagai bentuk proteksi, anda juga harus bijak dalam mengelola keuangan anda dan memastikan bahwa Anda tidak membayar asuransi yang tidak Anda butuhkan. Anda bisa membeli polis asuransi untuk banyak aspek kehidupan Anda, misalnya untuk kesehatan, rumah, mobil, bisnis, atau masa pensiun Anda.

Polis asuransi adalah kontrak yang Anda keluarkan dengan perusahaan asuransi untuk melindungi Anda dari risiko tertentu sesuai persyaratan yang disepakati.

Kontrak Polis Asuransi.

Bila Anda membeli sebuah polis asuransi, maka Anda diwajibkan melakukan pembayaran rutin, yang dikenal sebagai premi ke perusahaan asuransi. Mekanisme pembayarannya dapat anda atur dengan perusahaan asuransi tersebut baik itu dalam jangka bulanan, tahunan, atau jangka waktu yang bisa anda sepakati bersama.

Jika Anda mengajukan klaim, klaim asuransi merupakan pengajuan hak yang akan anda dapatkan sebagai penerima manfa’at kepada pihak perusahaan asuransi,  pihak perusahaan asuransi Anda akan membayar kerugian yang tercakup dalam polis.

Jika Anda tidak mengajukan klaim, Anda tidak akan mengembalikan uang Anda; Sebaliknya itu dikumpulkan dengan premi pemegang polis lainnya yang telah mengambil asuransi dengan perusahaan asuransi yang sama. Jika Anda mengajukan klaim, uang itu berasal dari jumlah premi pemegang polis.

Pada dasarnya, asuransi terbagi dalam dua klasifikasi besar, yakni asuransi jiwa dan asuransi umum atau non jiwa.

Klasifikasi asuransi umum meliputi:

1. Asuransi gempa bumi
2. Asuransi kebakaran
3. Asuransi kecelakaan diri
4. Asuransi kendaraan bermotor
5. Asuransi pengangkutan barang

Untuk sementara ini kami akan fokus membahas asuransi jiwa, Menentukan jenis asuransi jiwa yang perlu dipikirkan:

Asuransi jiwa adalah asuransi yang berkaitan dengan manusia atau diri sendiri. Biasanya, asuransi ini menanggung risiko yang berhubungan dengan kematian, kesehatan dan kecelakaan, beberapa pilihan asuransi jiwa yang bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan anda:

Asuransi jiwa seumur hidup (whole life)

Asuransi jiwa seumur hidup (whole life) Ini adalah asuransi yang bersifat memproteksi seumur hidup. Asuransi ini cocok bagi pemegang polis yang ingin memiliki proteksi sekaligus menghasilkan dana tabungan yang bisa dipakai darurat, serta pemegang polis yang membutuhkan proteksi penghasilan permanen, dan pemegang polis yang ingin mendapat sejumlah pertumbuhan modal investasi.

Asuransi jiwa berjangka (term life insurance)

Produk asuransi ini cocok bagi pemegang polis yang ingin memproteksi masa depan keluarga, terutama anak, dan orang yang baru meniti karier. Cirinya adalah proteksi maksimal dengan premi yang relatif rendah.

Asuransi jiwa dwiguna (endowment)

Proteksi yang diberikan asuransi ini adalah sejumlah uang pertanggungan bagi keluarga saat yang tertanggung meninggal dalam periode tertentu, atau memberikan seluruh uang pertanggungan jika dirinya masih hidup pada masa pertanggungan.

Selain melihat kebutuhan, perhatikan juga manfaat proteksi apa yang bakal Anda dapatkan dari asuransi yang Anda pilih. Jadi, saat membeli asuransi, nasabah harus teliti dan memastikan risiko apa saja yang diproteksi. Nasabah salah memilih produk Bisa jadi, seseorang membeli asuransi untuk melindungi dirinya dari satu risiko, namun asuransi yang ia ambil tidak memproteksi risiko tersebut, maka proses klaim akan hal tersebut tentunya akan sia sia dikarenakan tidak tercantum dalam kontrak polis asuransi. So.. anda harus teliti dan memastikan risiko apa saja yang diproteksi, dan manfa’at dari asuransi yang anda pilih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *